Redaksijatim.id, LUMAJANG – Wakapolres Lumajang, Kompol A. Risky Fardian, memimpin langsung kegiatan pembersihan material abu vulkanik di area Jembatan Besuk Kobo’an, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Pronojiwo, Minggu pagi. Pembersihan dilakukan bersama personel Dinas Perhubungan (Dishub) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai langkah cepat merespons hujan abu yang terjadi akibat aktivitas Gunung Semeru.
Salah satu peralatan yang diterjunkan dalam kegiatan ini adalah water cannon milik Polres Lumajang. Kendaraan taktis tersebut digunakan untuk menyemprot dan meluruhkan abu vulkanik yang menumpuk dengan ketebalan sekitar 1 cm di permukaan jembatan.
“Kami bersinergi bersama Dishub dan Kementerian PU untuk membersihkan material abu vulkanik Semeru. Dengan water canon, abu yang menutupi jalan bisa hilang lebih cepat sehingga pengendara tidak terganggu oleh debu,” ujar Kompol Risky.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan bahwa pembersihan dilakukan hingga tiga kali sehari, menyesuaikan kondisi di lapangan. Jika hujan abu turun cukup intens, penyemprotan dilakukan pagi, siang, dan sore untuk memastikan jalur tetap aman dilalui.
“Kemarin hujan abu cukup tebal. Dalam kondisi seperti ini, kita bisa melakukan pembersihan sampai tiga kali sehari,” tambahnya.
Selama proses pembersihan, petugas menerapkan sistem buka-tutup arus lalu lintas demi menjaga keselamatan pengguna jalan dan kelancaran penyemprotan.
Selain pembersihan, petugas juga aktif membagikan masker kepada pengendara yang melintas, terutama bagi warga yang tidak membawa pelindung diri.
“Setiap pengendara yang tidak pakai masker, kita beri. Debu vulkanik ini berbahaya bagi pernapasan dan bisa menyebabkan ISPA jika terhirup,” tegas Kompol Risky.
Hingga saat ini, tidak ada keluhan dari masyarakat mengenai penanganan jalur terdampak abu. Menurut Wakapolres, warga Lumajang telah memahami bahwa saat erupsi Semeru, turunnya abu vulkanik merupakan hal yang kerap terjadi.
“Alhamdulillah tidak ada komplain. Warga sudah terbiasa menghadapi situasi ini. Yang penting, kami pastikan jalur tetap aman dan nyaman untuk aktivitas mereka,” pungkasnya.
Polda Jatim dan Polres Lumajang memastikan upaya mitigasi ini akan terus dilakukan selama potensi hujan abu masih berlangsung, termasuk dengan pengoperasian water canon dan pembagian masker kepada masyarakat. (Cak)








