Usai Silaturahim PBNU di Tebuireng, Gus Yahya Tegaskan Terbuka untuk Islah dan Minta Ulama Jaga Tatanan Organisasi NU

- Penulis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 21:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Redaksijatim.id, JOMBANG – Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf atau bisa disebut Gus Yahya, menyatakan dirinya terbuka untuk proses islah usai menghadiri Silaturahim PBNU sesi kedua di Pesantren Tebuireng, Jombang, Sabtu (6/12/2025).

Dalam forum tersebut, Gus Yahya mendapatkan kesempatan memaparkan secara lengkap berbagai persoalan organisasi yang selama ini diarahkan kepadanya.

Gus Yahya hadir bersama Sekjen PBNU H. Amin Said Husni dan Bendahara Umum PBNU Sumantri Suwarno. Ia mengaku bersyukur bisa memberikan klarifikasi secara langsung di hadapan para kiai sepuh, mustasyar, serta para sesepuh ulama NU.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sangat berterima kasih bahwa beliau-beliau berkenan untuk memanggil saya. Saya sangat terharu bahwa para sesepuh kita masih begitu peduli kepada jam’iyah Nahdlatul Ulama ini,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh kebutuhan klarifikasi yang sebelumnya disampaikan melalui utusan Rais Aam telah dijawab secara tuntas. Penjelasan tersebut turut dilengkapi dokumen resmi dari Bendahara Umum dan Sekjen PBNU.

“Semuanya telah saya jawab dengan tuntas. Dilengkapi dengan penjelasan-penjelasan dari Saudara Sumantri sebagai pemegang buku keuangan BPNU, serta penjelasan-penjelasan dari Pak Amin Said Husni,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Yahya menitipkan pesan khusus terkait masa depan tata kelola organisasi NU. Ia menegaskan pentingnya menjaga pondasi struktural yang telah dirumuskan para pendiri NU sejak awal.

“Mohon dipertimbangkan tentang masa depan tatanan organisasi Nahdlatul Ulama ini… supaya tatanan ini tidak runtuh di tengah jalan,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa NU lahir dengan aturan dan struktur yang ketat, bahkan Rais Akbar Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari tetap tunduk pada batasan anggaran dasar.

“Mari kita berpikir tetap dengan betul agar tatanan ini tidak diruntuhkan dan membawa jam’iyah ini mundur 100 tahun,” tegasnya.

Menyoal anggapan bahwa pertemuan Tebuireng tidak memengaruhi Risalah Rapat Syuriyah, Gus Yahya menyebut persoalan justru bermula dari Rapat Harian Syuriyah yang dianggapnya melampaui kewenangan.

“Mau pengaruh atau tidak pengaruh, monggo. Tapi sudah menjadi persepsi bahwa apa yang terjadi dengan Harian Syuriyah itu sangat bermasalah. Membuat keputusan di luar wewenangnya,” tegasnya.

Ia juga menyoroti rencana Rapat Pleno PBNU 9 Desember 2025 yang disebut merujuk pada keputusan bermasalah tersebut.

“Kalau itu didasarkan pada Rapat Harian Syuriyah tanggal 20 November, berarti mendasarkan diri pada keputusan yang bermasalah. Pengambilalihan jabatan ketua umum untuk dirangkap oleh Rais Aam sangat-sangat bermasalah,” ujarnya.

Gus Yahya menambahkan bahwa ia terus berkomunikasi dengan para kiai sepuh serta PWNU dan PCNU di seluruh Indonesia untuk mencari jalan terbaik.

Gus Yahya juga menyinggung polemik audit keuangan yang berkembang di internal PBNU. Ia menyebut bahwa proses audit sebenarnya telah jelas dan terbuka, namun justru muncul manipulasi opini yang memicu kegaduhan.

“Auditornya sudah mundur gara-gara opininya dimanipulasi. Hasil audit data sementaranya diminta kemudian dimanipulasi jadi tuduhan-tuduhan tidak berdasar. Ahli-ahli hukum sudah bicara. Semuanya sudah bicara,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut.

“Maka mari kita luruskan dulu supaya tidak tambah-tambah masalah,” tutupnya. (Din) 

Komentar ditutup.

Berita Terkait

GPRB-ITSLaw Buka Bantuan Hukum Gratis untuk Korban KM Virgo Transport 8
Polda Jatim Ungkap Scam Investasi Kripto Jaringan Internasional, Kerugian Korban Capai Rp12,9 Miliar
Kapolres Kediri Sambangi Bocah 11 Tahun yang Rawat Ibu Lumpuh, Berikan Bantuan Pendidikan
DVI Polda Jatim Terus Identifikasi Korban KM Virgo Transport 8, Posko Tetap Disiagakan
Polri Evakuasi Korban Penculikan KKB di Papua Tengah, Keluarga Korban Dijemput Menggunakan Helikopter
Kapolri Minta Keluhan Masyarakat Jadi Sistem Peringatan Dini untuk Pembenahan Polri
Polda Jatim Kerahkan Empat Kapal Patroli Cari Korban KM Virgo Transport 8
Polda Jatim Siagakan Posko DVI, Antisipasi Perkembangan SAR KM Virgo Transport 8
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 21:17 WIB

GPRB-ITSLaw Buka Bantuan Hukum Gratis untuk Korban KM Virgo Transport 8

Kamis, 24 September 2026 - 16:23 WIB

Polda Jatim Ungkap Scam Investasi Kripto Jaringan Internasional, Kerugian Korban Capai Rp12,9 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 10:51 WIB

Kapolres Kediri Sambangi Bocah 11 Tahun yang Rawat Ibu Lumpuh, Berikan Bantuan Pendidikan

Jumat, 18 September 2026 - 23:11 WIB

DVI Polda Jatim Terus Identifikasi Korban KM Virgo Transport 8, Posko Tetap Disiagakan

Jumat, 18 September 2026 - 16:54 WIB

Polri Evakuasi Korban Penculikan KKB di Papua Tengah, Keluarga Korban Dijemput Menggunakan Helikopter

Berita Terbaru