Redaksijatim.id, PROBOLINGGO – Polres Probolinggo Polda Jawa Timur memperketat pengamanan dan meningkatkan patroli di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali terjadi di kawasan wisata tersebut.
Patroli difokuskan di sejumlah titik rawan, termasuk Blok Pengol serta jalur masuk utama kawasan TNBTS melalui Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Personel gabungan disiagakan untuk menyisir jalur-jalur strategis sekaligus mengantisipasi wisatawan maupun masyarakat yang berupaya menerobos masuk ke kawasan yang untuk sementara ditutup akibat kondisi yang masih membahayakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar mengatakan, pengerahan personel bertujuan memastikan keselamatan masyarakat sekaligus mendukung kelancaran mobilisasi tim gabungan yang masih melakukan penanganan kebakaran.
“Kami meminta kerja sama dari seluruh calon pengunjung dan pelaku jasa wisata untuk menghormati kebijakan penutupan temporer ini. Situasi di lokasi masih rawan dan prioritas utama kami adalah keselamatan masyarakat,” ujar AKBP Rizki, Minggu (13/9/2026).
Selain melakukan patroli, petugas memberikan imbauan secara humanis kepada para penyedia jasa wisata, seperti pengemudi jip dan kusir kuda, serta masyarakat sekitar agar sementara waktu menghentikan aktivitas wisata di kawasan terdampak.
Kepolisian memastikan pengamanan dan pemantauan akan terus dilakukan selama kawasan wisata ditutup. Penutupan total diberlakukan hingga kondisi dinyatakan aman dan kebakaran berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Bagi wisatawan yang telah membeli tiket secara daring, Polres Probolinggo mengimbau agar memantau informasi resmi dari Balai Besar TNBTS terkait kebijakan penutupan maupun prosedur penyesuaian jadwal kunjungan.
Masyarakat juga diminta tidak memaksakan diri memasuki kawasan terdampak demi keselamatan bersama dan agar proses penanganan karhutla dapat berjalan optimal. (CAK)








