Azrul Ananda Ungkap Fondasi Persebaya Menuju 100th Glory

- Penulis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Redaksijatim.id, Surabaya – Persebaya Surabaya resmi memperkenalkan skuad untuk menghadapi kompetisi Super League 2026/2027. Launching digelar di halaman Balai Kota Surabaya, Sabtu (29/8/2026).

Tak hanya memperkenalkan pemain, CEO Persebaya Azrul Ananda juga memaparkan strategi klub dalam membangun tim yang kuat dan profesional.

Menurut Azrul, kekuatan klub tidak bisa hanya diukur dari market value pemain.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengibaratkan nilai pasar pemain seperti bagian atas gunung es yang terlihat. Sementara, ada banyak fondasi lain di baliknya yang justru menentukan kekuatan klub.

“Bicara market value, Persebaya mungkin tak akan menjadi yang tertinggi. Sebab Persebaya selama ini fokus pada pembinaan pemain-pemain muda,” kata Azrul.

Pemain muda, lanjutnya, memang belum tentu memiliki nilai pasar tinggi. Namun, proses pembinaan dari level junior hingga mampu bermain di level profesional memiliki nilai tersendiri.

“Secara market value, angka mereka (pemain muda) tidak besar atau mungkin angkanya belum muncul. Tapi ada value yang besar di balik proses membawa mereka dari junior ke level yang lebih tinggi,” ujarnya.

Azrul mengatakan investasi Persebaya juga tidak hanya dilakukan dengan mendatangkan pemain.

Klub mengalokasikan investasi untuk pembinaan pemain muda, tim kepelatihan, infrastruktur sports science, sistem scouting, departemen analis, dan berbagai aspek pendukung performa tim.

Azrul juga mengungkap proses Persebaya mendapatkan pelatih Bernardo Tavares.

Menurutnya, komunikasi dengan Tavares sudah dilakukan sejak sekitar tiga tahun lalu.

Namun, Persebaya baru bisa merealisasikan rencana tersebut setelah Tavares menyelesaikan kewajibannya bersama klub sebelumnya.

“Sudah sejak tiga tahun lalu Persebaya menjajaki komunikasi dengan Bernardo Tavares. Namun karena Tavares saat itu harus menghormati kontrak dengan klub lamanya, maka misi itu baru bisa direalisasikan tengah musim lalu,” jelas Azrul.

Dalam launching tersebut, Azrul juga menyoroti hubungan Persebaya dengan Bonek.

Menurutnya, suporter merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dari klub.

Karena itu, Persebaya ingin membangun hubungan yang semakin positif dengan Bonek dan mengurangi berbagai tindakan yang berpotensi merugikan klub maupun Kota Surabaya.

Azrul menyebut kerugian yang muncul akibat berbagai kejadian dalam sembilan tahun terakhir mencapai sekitar Rp 20 miliar.

Kerugian itu berasal dari denda, kehilangan pendapatan akibat pertandingan tanpa penonton atau laga usiran, hingga biaya perbaikan stadion dan Persebaya Store.

“Bonek adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Persebaya. Karena itu, yang ingin kami bangun bukan sekadar hubungan antara klub dan suporter, tetapi bagaimana kita bersama-sama memperbanyak kebaikan dan menghilangkan hal-hal yang merugikan Persebaya dan Surabaya,” katanya.

Azrul juga menyinggung persoalan flare di stadion.

Ia menyebut denda akibat pelanggaran penyalaan flare paling kecil sekitar Rp 50 juta.

Menurutnya, nominal tersebut bisa digunakan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat.

Ia mencontohkan komunitas Bonek yang mengelola Bonek Panti.

Uang Rp 50 juta disebut setara dengan biaya operasional sekitar empat bulan Bonek Panti, dengan kebutuhan sekitar Rp 13 juta per bulan.

“Padahal uang sebesar itu bisa dipergunakan untuk hal-hal positif lainnya,” ujarnya.

Azrul menambahkan, pendapatan tiket pertandingan bukan sumber pemasukan yang mampu menutup seluruh biaya operasional klub.

Rata-rata pendapatan tiket disebut hanya sekitar 15 persen dari total biaya operasional tim dalam satu musim.

Persebaya juga terus memperkuat kerja sama dengan para partner.

Azrul mengatakan keberlanjutan kerja sama dari musim ke musim menjadi salah satu bentuk kepercayaan terhadap manajemen klub.

Ia menegaskan partner tidak hanya hadir melalui logo di jersey atau konten digital.

“Bagi kami, partner bukan sekadar logo yang ditempel di jersey atau muncul di konten digital. Kami ingin partner benar-benar menjadi bagian dari ekosistem Persebaya,” katanya.

Persebaya mendorong adanya berbagai aktivasi yang dapat berinteraksi langsung dengan Bonek dan masyarakat Surabaya.

“Semakin banyak partner yang mau terus bersama Persebaya menunjukkan bahwa ada kepercayaan yang harus kami jaga. Tugas kami adalah memastikan kepercayaan itu tidak hanya menghasilkan exposure, tetapi juga menghasilkan sesuatu yang nyata bagi partner, Bonek, dan masyarakat,” lanjut Azrul.

Pada musim 2026/2027, Persebaya didukung sejumlah partner.

Kapal Api menjadi main partner. Sementara Indomie, Extra Joss, Antangin, MPM Honda, Citicon, Bale by BTN, Implora, dan AZA menjadi official partners.

Adapun supporting partner terdiri dari Nusaboard, Hope Physiotherapy, Mayapada Hospital, Nusanet, dan Nikon.

Persebaya juga memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Surabaya dan jajaran Muspida.

Kolaborasi tidak hanya dilakukan ketika Persebaya bertanding. Klub juga ingin terlibat dalam pemanfaatan sarana olahraga dan berbagai kampanye pemerintah kota.

“Persebaya adalah bagian dari Surabaya. Karena itu, kami ingin hubungan dengan Pemerintah Kota Surabaya bukan hanya terjadi ketika Persebaya bertanding. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan bersama untuk kota ini,” ujar Azrul.

Persebaya sebelumnya terlibat dalam sejumlah program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Di antaranya pembayaran parkir digital, pengelolaan sampah, hingga kampanye pencegahan bencana.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengapresiasi kolaborasi tersebut.

Menurut Eri, Persebaya dan Bonek memiliki kekuatan untuk menyampaikan berbagai hal positif tentang Surabaya.

“Terima kasih untuk Mas Azrul, semua manajemen Persebaya dan tentunya Bonek dan Bonita. Semoga langkah baik yang kita lakukan ini bisa mewujudkan apa yang kita harapkan bersama, yakni Persebaya juara,” kata Eri.

Azrul menegaskan target Persebaya pada musim baru tetap menjadi juara.

Namun, ia menyadari target tersebut membutuhkan dukungan banyak pihak.

“Tujuan akhirnya tentu kami ingin menjadi juara. Tetapi untuk menuju ke sana, kami membutuhkan tim yang kuat, sistem yang kuat, Bonek yang terus mendukung dengan cara yang positif, partner yang percaya kepada kami, serta sinergi yang baik dengan Pemerintah Kota Surabaya, sinergi inilah yang kami percaya akan membawa Persebaya menuju 100th Glory.” pungkasnya. (RJB)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Persebaya dan AZA Masuk Musim ke-10, Player Issue Jersey 26/27 100 Persen Buatan Indonesia
Bhayangkara Sprint Rally 2026 di Pasuruan Sukses Digelar, Ryan Nirwan Keluar sebagai Juara Umum
Bhayangkara Sprint Rally 2026, Polda Jatim Tekankan Fair Play dan Keselamatan
Kapolda Jatim Buka Kejurnas Bhayangkara Sprint Rally 2026 di Pasuruan
Kejuaraan Beladiri Polri Piala Kapolda Jatim 2026 Berakhir, Polres Kediri Sapu Bersih Gelar Putra dan Putri
Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Gelar Kejuaraan Judo Kapolda Cup 2026
Persebaya dan AZA Luncurkan Jersey Edisi 99 Tahun, Angkat Tema “99 Alasan Mencintai Persebaya”
Jelang HUT ke-99, Persebaya Ajak Bonek Beralih dari Spanduk ke Videotron
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 10:51 WIB

Persebaya dan AZA Masuk Musim ke-10, Player Issue Jersey 26/27 100 Persen Buatan Indonesia

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:04 WIB

Bhayangkara Sprint Rally 2026 di Pasuruan Sukses Digelar, Ryan Nirwan Keluar sebagai Juara Umum

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:53 WIB

Azrul Ananda Ungkap Fondasi Persebaya Menuju 100th Glory

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:17 WIB

Bhayangkara Sprint Rally 2026, Polda Jatim Tekankan Fair Play dan Keselamatan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:12 WIB

Kapolda Jatim Buka Kejurnas Bhayangkara Sprint Rally 2026 di Pasuruan

Berita Terbaru