Pemkot Surabaya Berkolaborasi dengan Instansi dan Pegusaha di Surabaya, Nikahkan 225 Pasangan.

- Penulis

Jumat, 15 September 2023 - 01:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy



Redaksi.news, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya gelar sidang isbat massal, bersama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Surabaya dan Pengadilan Agama Surabaya, yang akan berlangsung di Ballroom The Empire Palace Surabaya, pada 19 September 2023, dan diikuti oleh 225 pasangan. 
Selain itu, Pemkot Surabaya juga bersinergi dengan para pengusaha jasa pernikahan guna memberikan pengalaman yang berharga bagi para pasangan isbat nikah.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Surabaya, Eddy Christijanto menyampaikan, pelaksanaan sidang isbat massal merupakan salah satu wujud Layanan Online dan Terpadu melalui One Gate System atau bisa disebut dengan program ‘Lontong Kupang’, yakni mengesahkan perkawinan secara hukum. Sebab, sebelumnya, para pasangan tersebut belum mencatatkan perkawinan di KUA. 
“Kami ingin memastikan dan memulihkan hak kewarganegaraan, mereka yang ikut adalah yang sudah menikah secara agama tetapi belum tercatatkan di negara. Sehingga dampaknya, anaknya hingga cucunya tidak memiliki dokumen kependudukan. Maka kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa ketika melangsungkan pernikahan harus secara sah menurut agama dan negara,” kata Eddy, Kamis (14/9/2023).
“Target kami di tahun depan adalah 500 pasangan dengan harapan didominasi oleh para pengantin baru. Jadi tidak hanya pasangan yang sudah berumur karena dengan program Lontong Kupang ini semua layanan telah terintegrasi,” lanjutnya. 
Eddy menjelaskan, untuk pelaksanaan isbat nikah massal ini ada dua kategori. Yakni, 217 pasangan isbat nikah, serta 8 pasangan baru yang akan menikah. Dimana, Pemkot Surabaya akan membantu dalam pengurusan buku nikah, perubahan dokumen kependudukan, dan menerbitkan dokumen resmi kependudukan kepada anak-anak hingga cucu para pasangan tersebut.
“Kegiatan bukan berasal dari APBD, tapi kita bersinergi dengan para pengusaha jasa pernikahan di Surabaya. Mereka bergotong-royong membantu Pemkot Surabaya dalam mengemas kegiatan acara,” jelasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan ini juga ada pasangan tertua, yakni usia pasangan laki-laki 77 tahun, sedangkan pasangan perempuan berusia 68 tahun. Keduanya bahkan telah dianugerahi 4 anak dan 11 cucu. 
Lebih lanjut, Malik Atmaja selaku Koordinator Pengusaha Jasa Pernikahan Kota Surabaya, mengatakan. Bahwa mereka terinspirasi dengan para pengusaha besar yang kerap memberikan CSR bagi warga Kota Surabaya. Karenanya, ia bersama rekan-rekan pengusaha jasa pernikahan ingin membantu warga Kota Pahlawan. Seperti memberikan layanan pernikahan massal bagi masyarakat Surabaya.
“Sampai saat ini vendor yang telah mensupport berjumlah 320 dan masih akan bertambah lagi, mereka adalah grade A semua. Karena ada 225 pasangan maka ada 225 perias, dekorasinya gabungan semua, dan ada musik orkestras juga. Jadi layaknya seperti pernikahan artis, kami menjamin bahwa pernikahan massal ini menjadi pernikahan termewah di Indonesia,” kata Malik.
Ia menjelaskan, tahun 2022 lalu, pihaknya turut mendukung isbat nikah massal yang digelar oleh Pemkot Surabaya dengan menghabiskan estimasi anggaran senilai Rp4-5 miliar yang dihabiskan. Begitu pula tahun ini, pihaknya juga akan memberikan yang terbaik bagi warga Kota Surabaya. “Ini bukan anggaran pemkot, tapi ini murni gotong-royong teman-teman pengusaha. Alhamdulillah antusiasme pengusaha banyak yang mendukung,” jelasnya.
Asosiasi Pengusaha Dekorasi Indonesia (ASPEDI) Jawa Timur, Sumitro menyampaikan, konsep dekorasi untuk isbat nikah massal yang digelar oleh Pemkot Surabaya akan kemas selayaknya pernikahan para selebritis papan atas. Serta pilihan dekorasi juga akan dikolaborasikan dengan dukungan teknologi, seperti adanya permainan efek lighting (lampu pencahayaan).
Apalagi, lanjut dia, pelaksanaan isbat nikah massal di Kota Surabaya sebetulnya telah dijadikan percontohan bagi ASPEDI se-Indonesia. Bahkan rencananya mereka juga melihat yang tengah dikerjakan oleh ASPEDI Jawa Timur, dalam gelaran isbat nikah massal yang akan digelar oleh Pemkot Surabaya pada 19 September 2023 mendatang. 
“Konsep pelaminan dekorasi tahun ini lebarnya 40 meter, tetapi untuk penataan meja agar mendapatkan baground pelaminan akan kita bentuk panggung setengah lingkaran. Karena dari atas akan ada permainan lighting,” pungkasnya. (din) 

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kapolda Jatim Buka Puasa Bersama Insan Pers Pokja Polda Jatim
Polda Jatim Gelar Shalat Ghaib dan Doa Bersama untuk Korban Bencana di Sumatera
Musrenbang Polda Jatim 2024 Siap Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan
Musrenbang Polda Jatim 2024 Siap Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan
Gus Ibin Curi Start “Kampanye” Jelang Pilkada Nganjuk
Gus Ibin Curi Start “Kampanye” Jelang Pilkada Nganjuk
Diduga ada Oknum Polisi di Lamongan yang Bermain BBM Ilegal
Diduga ada Oknum Polisi di Lamongan yang Bermain BBM Ilegal
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:45 WIB

Kapolda Jatim Buka Puasa Bersama Insan Pers Pokja Polda Jatim

Jumat, 5 Desember 2025 - 13:18 WIB

Polda Jatim Gelar Shalat Ghaib dan Doa Bersama untuk Korban Bencana di Sumatera

Selasa, 3 September 2024 - 09:41 WIB

Musrenbang Polda Jatim 2024 Siap Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan

Selasa, 3 September 2024 - 09:41 WIB

Musrenbang Polda Jatim 2024 Siap Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan

Minggu, 23 Juni 2024 - 05:30 WIB

Gus Ibin Curi Start “Kampanye” Jelang Pilkada Nganjuk

Berita Terbaru