Lagu “Bayar Bayar Bayar” Bergema dalam Aksi Unjuk Rasa Aktivis Anti Korupsi di Polda Jatim

- Penulis

Senin, 24 Februari 2025 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Redaksi.news, Surabaya – Puluhan aktivis Relawan Anti Rasuah Sampang, Madura menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polisi Daerah (Mapolda) Jawa Timur pada Senin (24/2/2025). Aksi tersebut diwarnai dengan nyanyian lagu “Bayar Bayar Bayar” milik band Sukatani sebagai bentuk sindiran atas lambatnya pengusutan kasus korupsi yang ditangani Polda Jatim.

Dengan lantang, para demonstran meneriakkan lagu tersebut di hadapan petugas kepolisian yang sedang berjaga. Lagu “Bayar Bayar Bayar” belakangan ini viral dan menjadi trending saat aksi demonstrasi di berbagai daerah.

Rofi’i, koordinator aksi, menjelaskan bahwa lagu tersebut merupakan sindiran terhadap polisi yang dianggap lambat dalam menangani kasus korupsi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini ibaratnya untuk kritikan dan saran biar ke depannya lebih terbuka, khususnya untuk pelaporan masyarakat. Karena saya sendiri selaku pelapor kurang lebih 3 tahun baru tahun ini ada terobosan baru dan keberanian dari penyidik Polda Jatim untuk mengangkat kasus korupsi di Sampang menjadi sejarah,” ujarnya.

Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah dugaan penyalahgunaan Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada masa Covid-19 di Sampang, Madura, Jawa Timur yang diduga telah merugikan negara hingga 12 miliar rupiah. Kasus ini telah dilaporkan ke Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Jatim pada tahun 2022, namun hingga saat ini penanganannya masih belum jelas.

Kasus yang melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Sampang ini diduga ilegal karena 12 paket pekerjaan pemeliharaan jalan yang diterbitkan tidak sesuai prosedur. Dana yang seharusnya dialokasikan untuk pemulihan ekonomi nasional ini diduga telah disalahgunakan.

Para aktivis berharap aksi unjuk rasa ini dapat mendorong pihak kepolisian untuk lebih serius dan transparan dalam menangani kasus-kasus korupsi, khususnya yang menyangkut dana bantuan untuk masyarakat. (cak)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Polri Tegaskan Bhabinkamtibmas Tidak Berwenang Memungut dan Menagih Pajak
Jatanras Polda Jatim Lumpuhkan Dua Residivis Curanmor di Malang
Pelajar Jadi Korban Pengeroyokan di Klub Malam Surabaya Barat, Keluarga Minta Pelaku Segera Ditahan
Polresta Malang Kota Bongkar Pabrik Kosmetik Ilegal, Dua Tersangka Raup Omzet Lebih dari Rp100 Juta per Bulan
Piala Dunia FIFA 2026 Putar Ekonomi Nasional Lebih dari Rp5 Triliun
Polda Jatim dan Kejati Jatim Perkuat Kolaborasi Wujudkan Penegakan Hukum Berkeadilan
Jogo Jatim Jadi Komitmen Bersama, Kapolda Jatim dan Pangdam Perkuat Kolaborasi TNI–Polri
Kapolri dan Jaksa Agung Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Sepakati Tingkatkan Kemitraan Penyidik dan Jaksa
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:14 WIB

Polri Tegaskan Bhabinkamtibmas Tidak Berwenang Memungut dan Menagih Pajak

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:03 WIB

Jatanras Polda Jatim Lumpuhkan Dua Residivis Curanmor di Malang

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:16 WIB

Pelajar Jadi Korban Pengeroyokan di Klub Malam Surabaya Barat, Keluarga Minta Pelaku Segera Ditahan

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:33 WIB

Polresta Malang Kota Bongkar Pabrik Kosmetik Ilegal, Dua Tersangka Raup Omzet Lebih dari Rp100 Juta per Bulan

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:05 WIB

Piala Dunia FIFA 2026 Putar Ekonomi Nasional Lebih dari Rp5 Triliun

Berita Terbaru