Dinilai Cemarkan Nama Baik Pesantren, DPRD Jatim Desak KPI Evaluasi Tayangan Trans7

- Penulis

Selasa, 14 Oktober 2025 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Redaksijatim.id, SURABAYA – Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur, Dedi Irwansa, mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk segera turun tangan mengevaluasi tayangan program “Xpose Uncensored” di Trans7 yang menuai polemik.

 

Tayangan yang disiarkan pada 13 Oktober 2025 tersebut dinilai menampilkan narasi yang tidak berimbang dan berpotensi mencemarkan citra pondok pesantren di Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dedi Irwansa, politisi dari Partai Demokrat, menilai bahwa program tersebut menampilkan potongan video yang menyoroti kehidupan di lingkungan pesantren dengan cara yang menyudutkan.

 

“Narasi dalam tayangan tersebut menggambarkan pondok pesantren seolah-olah sebagai lembaga yang menonjolkan kemewahan dan mengeksploitasi warga pesantren. Ini sangat mencederai perasaan warga pesantren, merusak citra, dan marwah pondok pesantren,” tegasnya, Selasa (14/10/2025).

 

Ia menambahkan, narasi yang muncul dalam tayangan tersebut terkesan sepihak dan tidak menghadirkan klarifikasi dari pihak pesantren yang bersangkutan. Hal ini dinilai tidak sesuai dengan prinsip jurnalistik yang seharusnya berimbang dan mengedepankan etika publikasi.

 

“Narasi itu membentuk opini yang hanya melihat sisi negatif, tanpa menghadirkan konteks atau penjelasan dari pihak pesantren. Ini jelas tidak sesuai kaidah jurnalistik yang adil dan berimbang,” kata Dedi.

 

Dedi menegaskan, KPI sebagai lembaga pengawas penyiaran publik harus bertindak cepat dan tegas. Tayangan seperti ini berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat, terutama di kalangan santri dan alumni pesantren.

 

“KPI kami harap segera mengambil langkah tegas, karena tayangan seperti ini bisa memunculkan kegaduhan dan bahkan mengandung potensi SARA,” ujarnya.

 

Sebelumnya, tayangan “Xpose Uncensored” Trans7 memicu reaksi keras dari kalangan pesantren dan masyarakat luas. Episode tersebut menampilkan sosok KH Anwar Manshur, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, dengan framing yang dianggap negatif. Tayangan itu memunculkan tagar #BoikotTrans7 yang menjadi trending di media sosial.

 

Dedi Irwansa mengingatkan agar media nasional berhati-hati dalam menyajikan tayangan yang menyangkut lembaga keagamaan dan tradisi keislaman.

 

“Media seharusnya menjadi sarana edukasi dan perekat bangsa, bukan justru menyebarkan kesan negatif terhadap lembaga keagamaan. Ini soal tanggung jawab moral dan profesionalisme,” pungkasnya. (Din)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

GPRB-ITSLaw Buka Bantuan Hukum Gratis untuk Korban KM Virgo Transport 8
Polda Jatim Ungkap Scam Investasi Kripto Jaringan Internasional, Kerugian Korban Capai Rp12,9 Miliar
Kapolres Kediri Sambangi Bocah 11 Tahun yang Rawat Ibu Lumpuh, Berikan Bantuan Pendidikan
DVI Polda Jatim Terus Identifikasi Korban KM Virgo Transport 8, Posko Tetap Disiagakan
Polri Evakuasi Korban Penculikan KKB di Papua Tengah, Keluarga Korban Dijemput Menggunakan Helikopter
Kapolri Minta Keluhan Masyarakat Jadi Sistem Peringatan Dini untuk Pembenahan Polri
Polda Jatim Kerahkan Empat Kapal Patroli Cari Korban KM Virgo Transport 8
Polda Jatim Siagakan Posko DVI, Antisipasi Perkembangan SAR KM Virgo Transport 8
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 21:17 WIB

GPRB-ITSLaw Buka Bantuan Hukum Gratis untuk Korban KM Virgo Transport 8

Kamis, 24 September 2026 - 16:23 WIB

Polda Jatim Ungkap Scam Investasi Kripto Jaringan Internasional, Kerugian Korban Capai Rp12,9 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 10:51 WIB

Kapolres Kediri Sambangi Bocah 11 Tahun yang Rawat Ibu Lumpuh, Berikan Bantuan Pendidikan

Jumat, 18 September 2026 - 23:11 WIB

DVI Polda Jatim Terus Identifikasi Korban KM Virgo Transport 8, Posko Tetap Disiagakan

Jumat, 18 September 2026 - 16:54 WIB

Polri Evakuasi Korban Penculikan KKB di Papua Tengah, Keluarga Korban Dijemput Menggunakan Helikopter

Berita Terbaru