Redaksijatim.id, SURABAYA – Manajemen Balehinggil Apartemen menyelenggarakan pelatihan mitigasi risiko bencana dan kebakaran sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan lingkungan hunian. Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh tim operasional, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif para penghuni.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari komitmen manajemen dalam memberikan pelayanan terbaik (excellent service) sekaligus memastikan seluruh penghuni memiliki pemahaman yang memadai terkait potensi risiko, khususnya kebakaran, serta langkah penanganannya secara cepat dan tepat.
Direktur PT Tata Kelola Sarana (TKS), Emeraldo Muhammad Elsyaputera menyebut, keterlibatan penghuni merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif bahwa aspek keamanan dan keselamatan merupakan tanggung jawab bersama di lingkungan apartemen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kegiatan ini tidak hanya untuk meningkatkan kesiapan tim, tetapi juga memberikan edukasi langsung kepada penghuni agar lebih waspada dan bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan tempat tinggalnya,” ujarnya.
Pelatihan dirancang secara komprehensif, meliputi identifikasi potensi risiko bencana di hunian vertikal, tata cara pencegahan kebakaran, simulasi evakuasi darurat, praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga prosedur pelaporan dan koordinasi saat kondisi darurat.
Sebelumnya, sempat terjadi insiden di salah satu unit apartemen ketika penghuni meninggalkan kompor dalam kondisi menyala hingga memicu percikan api. Namun, berkat respons cepat tim operasional, potensi kebakaran berhasil diatasi tanpa menimbulkan dampak lebih luas.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bahwa risiko dapat muncul dari aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, Emeraldo Muhammad mengimbau penghuni untuk tidak meninggalkan peralatan listrik atau kompor dalam kondisi aktif tanpa pengawasan, rutin memeriksa instalasi di dalam unit, serta segera melaporkan potensi bahaya.
Direktur PT. TKS, juga memastikan seluruh sistem keamanan dan peralatan penanggulangan kebakaran di apartemen berfungsi optimal serta didukung tim yang sigap dan terlatih.
Ke depan, kegiatan edukasi serupa akan dilakukan secara berkala guna membangun budaya sadar keselamatan (safety awareness) di lingkungan hunian.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan penghuni tidak hanya merasa aman, tetapi juga memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat,” tambahnya.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan seluruh penghuni Balehinggil Apartemen dapat hidup lebih waspada dan siap menghadapi berbagai potensi risiko, sehingga tercipta lingkungan hunian yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. (Jab)








