Redaksijatim.id, KOTA MADIUN – Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto mengajak seluruh masyarakat menjadikan Bulan Suro sebagai momentum untuk melakukan refleksi diri, mempererat persaudaraan, serta menjaga kerukunan demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.
Ajakan tersebut disampaikan AKBP Wiwin usai memimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan 1 Suro di Alun-alun Kota Madiun, Senin (15/6/2026).
“Saya mengajak seluruh masyarakat, mari kita merefleksi diri, menjaga persaudaraan, serta memperkuat kerukunan dan semangat Jogo Jawa Timur,” ujar AKBP Wiwin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres Madiun Kota menjelaskan, jajaran Polda Jawa Timur bersama instansi terkait telah melakukan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama rangkaian kegiatan Bulan Suro.
Berbagai upaya yang dilakukan antara lain melalui rapat koordinasi lintas sektor, pemetaan wilayah rawan, antisipasi potensi kerawanan, hingga penebalan personel gabungan di sejumlah titik pengamanan.
“Mulai dari rapat koordinasi lintas sektor hingga pemetaan dan antisipasi potensi kerawanan serta penebalan personel gabungan telah kami lakukan,” terang AKBP Wiwin.
Untuk mendukung pengamanan, Polres Madiun Kota yang mendapat dukungan personel dari Polda Jatim menerjunkan sekitar 983 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta pengamanan swakarsa.
Menurut AKBP Wiwin, pengamanan difokuskan pada sejumlah agenda besar yang melibatkan perguruan pencak silat, di antaranya kegiatan Malam 1 Suro yang diselenggarakan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Suran Agung yang digelar Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHW TM).
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan Bulan Suro di wilayah Madiun Raya dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Selain itu, nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, dan budaya yang terkandung dalam tradisi Suro dapat terus terjaga serta diwariskan kepada generasi mendatang.
“Harapan kami seluruh kegiatan Bulan Suro dapat berjalan lancar, sehingga semangat persaudaraan dan budaya yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat tetap terpelihara dengan baik,” pungkas AKBP Wiwin.








