Ribuan Driver Ojol di Jawa Timur Mogok, Tuntut Penurunan Potongan Aplikasi dan Kenaikan Tarif

- Penulis

Selasa, 20 Mei 2025 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Redaksijatim.id, Surabaya – Ribuan pengemudi Ojek Online (Ojol), baik roda dua maupun roda empat yang tergabung dalam Front Driver Online Tolak Aplikasi Nakal (Frontal) memadati Jalan Ahmad Yani, Surabaya pada Selasa (20/5/2025). Aksi demonstrasi besar-besaran ini menuntut penurunan potongan aplikasi menjadi 10 persen dan kenaikan tarif layanan transportasi online.

 

Samuel Grandy Kalengkongan, Humas Transportasi Online Jawa Timur Frontal, menyatakan bahwa potongan yang diambil aplikator saat ini mencapai 35-40 persen, jauh melampaui ketentuan dalam Keputusan Pemerintah 667 yang menetapkan batas maksimal potongan sebesar 20 persen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Realitanya yang terjadi di lapangan, potongan mencapai 35 hingga 40 persen. Ini membuat teman-teman driver online merasa keberatan dan dicurangi oleh pihak aplikator,” ujar Samuel.

 

Dalam aksi yang diberi nama “Demo Frontal Level 7” ini, para pengemudi mengajukan lima tuntutan kepada pemangku kepentingan terkait. Selain penurunan potongan aplikasi, mereka juga menuntut kenaikan tarif pengantaran penumpang, penerbitan regulasi pengantaran makanan dan barang, penetapan tarif bersih yang diterima mitra, serta mendesak pemerintah untuk segera menerbitkan Undang-Undang Transportasi Online Indonesia.

 

“Harapan kami pemerintah bisa membuat undang-undang transportasi online, agar kami driver online mendapatkan perlindungan hukum,” tegas Samuel.

 

Demonstrasi dilakukan di enam lokasi strategis di Surabaya, meliputi Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Kantor Diskominfo Jawa Timur, Polda Jawa Timur, DPRD Jawa Timur, Gedung Negara Grahadi, serta kantor-kantor aplikator yang beroperasi di Surabaya.

 

Para pengemudi yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur tersebut bertekad memperjuangkan kesejahteraan mereka yang kian tergerus oleh kebijakan aplikator yang dinilai tidak berpihak pada mitra pengemudi. (Cak) 

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Polda Jatim Gelar Simulasi SISPAMKOTA, Wujud Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Unjuk Rasa
DPD FSP FARKES Jatim Gelar Aksi di Depan PT. PWU, Tuntut Hak Karyawan PT. Kasa Husada Wira Jatim
Memicu Polemik, Keluhan Pajak Penerangan Jalan yang Dibebankan ke Rakyat
Jogo Jatim : Polda Jatim Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas Lewat Apel dan Do’a Bersama
Warga Desa Suru Blitar Antusias Sambut Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis
GEMAH Ungkap Dugaan Pemerasan Anggota DPRD DKI untuk Judi Sabung Ayam
Dewan Pendidikan Jatim dan BPJS Ketenagakerjaan Jamin Siswa Magang
Pemkab Kediri Gelar Rakor, Respon Cepat Tindak Lanjuti Pengaduan Tambang di Desa Manyaran
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Oktober 2025 - 17:21 WIB

Polda Jatim Gelar Simulasi SISPAMKOTA, Wujud Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Unjuk Rasa

Senin, 6 Oktober 2025 - 15:04 WIB

DPD FSP FARKES Jatim Gelar Aksi di Depan PT. PWU, Tuntut Hak Karyawan PT. Kasa Husada Wira Jatim

Jumat, 3 Oktober 2025 - 20:02 WIB

Memicu Polemik, Keluhan Pajak Penerangan Jalan yang Dibebankan ke Rakyat

Selasa, 2 September 2025 - 12:39 WIB

Jogo Jatim : Polda Jatim Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas Lewat Apel dan Do’a Bersama

Jumat, 15 Agustus 2025 - 18:46 WIB

Warga Desa Suru Blitar Antusias Sambut Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru