Redaksijatim.id, MOJOKERTO – Keindahan Gunung Penanggungan kembali menghadirkan daya tarik baru bagi para pecinta alam. Sebuah jalur pendakian baru via Sumber Lumpang, Trawas, resmi dibuka pada Sabtu, 16 November 2025, dan langsung mencuri perhatian para pendaki yang ingin menikmati sudut lain dari gunung bersejarah ini.
Jalur anyar tersebut menawarkan kombinasi lanskap yang memukau, trek menantang, serta pengalaman visual yang berbeda dari jalur-jalur sebelumnya. Mulai dari sumber mata air alami, savana edelweiss, hingga panorama tiga gunung sekaligus, semuanya tersaji dalam satu rute pendakian.
Pengelola Sumber Lumpang Adventure, Rudianto, menyampaikan bahwa jalur ini dirancang untuk memberikan pengalaman lengkap bagi para pendaki.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Diantara pos registrasi dan pos 1, terdapat sumber mata air alami yang menyegarkan,” ujarnya pada Senin, (17/11/2025).
Sementara itu, Mbah Doel, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa rute ini merupakan habitat berbagai satwa liar.
“Pendaki berpotensi bertemu babi hutan, kera, rusa, hingga elang Jawa di antara pos 2 dan 3. Jangan lupa siapkan kamera!” katanya.
Memasuki area batas vegetasi, pendaki akan disambut area camp luas dengan panorama memukau. Dari titik ini, terlihat jelas Gunung Arjuna–Welirang serta Gunung Semeru yang berdiri megah di kejauhan.
“Di savana atas pos 4, bunga edelweiss bermekaran, menciptakan pemandangan yang sangat indah,” imbuh Mbah Doel.
Jalur Sumber Lumpang juga dikenal sebagai akses strategis menuju Gunung Mas dan Gunung Bende, dengan waktu tempuh pendakian sekitar 3–4 jam.
Rudianto berharap, keberadaan jalur baru ini dapat memberikan dampak positif bagi warga sekitar, khususnya masyarakat Dusun Bantal, Desa Duyung.
“Kami berharap pendakian ini membawa manfaat bagi warga. Edukasi dan adaptasi menjadi kunci agar semuanya berjalan lancar,” ucapnya.
Apresiasi juga datang dari Kepala Desa Duyung, Jurianto Bambang Siswantoro. Menurutnya, jalur Sumber Lumpang ini yang terbaik karena memiliki sumber air melimpah dan area camp yang nyaman.
“Pemerintah desa siap mendukung penuh program Pokdarwis,” tegasnya.
Salah seorang pendaki asal Surabaya, Rangga, turut membagikan pengalamannya.
“Trek-nya bagus dan lebih nyaman. Vegetasinya unik, dan akses ke puncak Pawitra bervariasi. Kita juga bisa sekalian mendaki Gunung Emas dan Bende,” ungkapnya.
Sebagai informasi, Gunung Penanggungan sebelumnya telah dikenal dengan sejumlah jalur pendakian lain seperti via Tamiajeng, Jolotundo, dan beberapa rute tradisional lainnya.
Gunung Penanggungan yang memiliki ketinggian 1.653 MDPL ini merupakan gunung berapi non-aktif yang sarat sejarah. Disebut sebagai miniatur Semeru, kawasan ini juga dikenal sebagai pusat perkembangan kerajaan Hindu–Buddha di Jawa Timur.
Dengan hadirnya jalur Sumber Lumpang, pengalaman pendakian ke Gunung Penanggungan semakin lengkap.
Jadi, tunggu apa lagi? Rencanakan pendakianmu dan rasakan sensasi trekking via Sumber Lumpang yang penuh pesona! (Din)








