Jaga Ketentraman Ramadhan, Polda Jatim Bongkar Peredaran Bahan Peledak Ilegal

- Penulis

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Redaksijatim.id, SURABAYA – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur mengungkap kasus penjualan bahan peledak berupa bubuk petasan atau mesiu di Jalan Raya Menanggal, Gayungan, Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim, Jules Abraham Abast, menegaskan bahwa penjualan bahan peledak merupakan tindak pidana karena peredarannya diatur ketat oleh undang-undang.

“Perlu kami tegaskan, bahan ini bukan sekadar petasan biasa. Apabila digunakan dalam jumlah besar, dapat menimbulkan ledakan berbahaya yang berpotensi menyebabkan korban jiwa dan kerusakan serius,” tegas Kombes Abast.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, kepolisian tidak akan mentolerir peredaran bahan peledak ilegal yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, terlebih pada Bulan Ramadhan saat umat Muslim menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk.

“Peredaran bahan peledak tanpa izin sangat berbahaya. Kami pastikan setiap informasi dari masyarakat akan segera kami tindaklanjuti secara serius,” ujar Kombes Abast saat konferensi pers, Selasa (3/3/2026).

Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua pemuda asal Sidoarjo pada Kamis, 26 Februari 2026 dini hari sekitar pukul 00.30 WIB di lokasi kejadian. Pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat terkait adanya transaksi mencurigakan bubuk petasan.

“Berawal dari laporan masyarakat terkait transaksi bubuk petasan, lalu tim langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan dua orang tersangka,” katanya.

Dua tersangka yang diamankan yakni MAJ (28) dan BAW (18), keduanya warga Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. MAJ diketahui membeli bahan kimia melalui marketplace dan toko pupuk, kemudian meraciknya sendiri menjadi bubuk mesiu di rumah. Dari hasil pemeriksaan, MAJ juga menawarkan barang tersebut melalui grup WhatsApp bernama “HURU HARA”.

Sementara itu, BAW berperan memasarkan dan menjual bubuk petasan melalui Facebook menggunakan akun atas nama “BAHAR AGUNG” dengan tujuan memperoleh keuntungan.

Dari tangan keduanya, polisi menyita barang bukti berupa satu kilogram bubuk petasan, dua unit telepon seluler, satu unit sepeda motor berikut STNK, serta uang tunai Rp210 ribu.

Kombes Abast menyebut motif para tersangka murni faktor ekonomi untuk mendapatkan keuntungan.

“Modus yang dilakukan yakni menawarkan dan menjual bubuk petasan atau mesiu melalui aplikasi Facebook,” ujarnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 306 KUHP tentang setiap orang yang tanpa hak membuat, memiliki, menyimpan, menguasai, atau memperdagangkan bahan peledak dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun.

Kabid Humas Polda Jatim mengimbau masyarakat di seluruh Jawa Timur untuk tidak meracik, menyimpan, maupun menjual bahan peledak tanpa izin karena sekecil apa pun bahan peledak, jika salah digunakan, dapat berakibat fatal.

“Segera laporkan apabila mengetahui adanya transaksi bahan peledak ilegal. Bagi para orang tua, kami imbau agar lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya di media sosial,” tutup Kombes Abast. (Cak) 

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Diancam Bakal Dibunuh, 2 Anak Kembar di Surabaya Pasrah Disetubuhi Ayah Tiri
PT Terminal Teluk Lamong Gelar Pelatihan Diversitas Tumbuhan untuk Dukung Green Port dan Dekarbonisasi
Bidhumas Polda Jatim Soroti Ancaman Hoaks dan Narasi Negatif di Era Digital
Lemkapi Beri Penghargaan kepada Bidhumas Polda Jatim atas Kinerja Informasi Publik
Presiden Prabowo Sebut Polri Berhasil Jawab Kritik Lewat Kerja Nyata
Presiden Prabowo Resmikan Museum Ibu Marsinah hingga SPPG Polri
Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP, 25 Ribu SIM Card Diregistrasi Pakai Data Orang Lain
Polda Jatim Bongkar Sindikat Penipuan Online Jual Beli Mobil, Raup Miliaran Rupiah per Bulan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:50 WIB

Diancam Bakal Dibunuh, 2 Anak Kembar di Surabaya Pasrah Disetubuhi Ayah Tiri

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:51 WIB

PT Terminal Teluk Lamong Gelar Pelatihan Diversitas Tumbuhan untuk Dukung Green Port dan Dekarbonisasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:27 WIB

Bidhumas Polda Jatim Soroti Ancaman Hoaks dan Narasi Negatif di Era Digital

Senin, 18 Mei 2026 - 19:05 WIB

Lemkapi Beri Penghargaan kepada Bidhumas Polda Jatim atas Kinerja Informasi Publik

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:16 WIB

Presiden Prabowo Sebut Polri Berhasil Jawab Kritik Lewat Kerja Nyata

Berita Terbaru