Redaksijatim.id, SURABAYA – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bekerja sama dengan Pusat Riset Ekologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan Pelatihan Pengayaan Diversitas Tumbuhan di kawasan ruang terbuka hijau (RTH) Terminal Teluk Lamong, pada 19-20 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi dekarbonisasi sekaligus mendukung implementasi konsep green port di kawasan pelabuhan.
Sekretaris Perusahaan PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam mengatakan, pelatihan tersebut merupakan langkah awal dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada aspek pelestarian lingkungan.
“Pelatihan ini menjadi langkah awal dari komitmen besar PT Terminal Teluk Lamong dalam mendukung implementasi prinsip ESG, khususnya pada aspek pelestarian lingkungan dan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya diversitas tumbuhan dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta mendukung konservasi keanekaragaman hayati,” ujar Syaiful Anam, Kamis (21/5/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelatihan diikuti sebanyak 30 peserta yang terdiri dari tim ESG dan gardener dari sejumlah terminal petikemas, yakni TPK Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian.
Kegiatan tersebut difokuskan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi gardener dalam pengelolaan kawasan hijau di lingkungan terminal. Tidak hanya terkait perawatan tanaman, peserta juga dibekali pemahaman mengenai penghitungan carbon stock (C-stock) dan penyusunan model ruang terbuka hijau di kawasan Terminal Teluk Lamong.
Pada hari pertama, peserta menerima materi dasar dan praktis meliputi pembibitan tanaman, proses aklimatisasi, morfologi tumbuhan, hingga penataan lanskap.
Peneliti BRIN, Sugeng Budiharta menjelaskan, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman peserta terkait teknik budidaya dan pengelolaan tanaman secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai teknik budidaya dan pengelolaan tanaman secara berkelanjutan,” kata Sugeng.
Sementara pada hari kedua, peserta mengikuti kunjungan edukatif ke Kebun Raya Purwodadi. Dalam kegiatan itu, peserta mempelajari teknik pembibitan, perawatan, hingga metode monitoring tanaman.
Salah satu peserta pelatihan, Melkisedek, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan memberikan wawasan baru terkait pengelolaan ruang terbuka hijau berbasis biodiversitas.
“Melalui pelatihan ini, kami mendapatkan pemahaman baru mengenai pentingnya pengelolaan ruang terbuka hijau berbasis biodiversitas. Kami juga dibekali pemahaman pemanfaatan daun sebagai bahan pembuatan pupuk kompos ramah lingkungan,” ujarnya.
PT Terminal Teluk Lamong menegaskan komitmennya untuk terus mewujudkan kawasan pelabuhan yang hijau dan berorientasi pada pelestarian lingkungan. Hasil pelatihan tersebut diharapkan dapat diterapkan di seluruh kawasan terminal petikemas di bawah naungan PT TTL guna mendukung terciptanya ekosistem pelabuhan yang sehat, produktif, dan berkontribusi terhadap upaya dekarbonisasi nasional. (Din)








