Redaksijatim.id, Sidoarjo – Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (BidDokkes) Polda Jawa Timur bersama Dokkes Polresta Sidoarjo, disiagakan di sekitar lokasi tidak jauh dari runtuhnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Kehadiran tim medis tersebut difokuskan untuk memastikan seluruh korban dapat terdata dan teridentifikasi secara akurat.
Kasubbid Dokpol BidDokkes Polda Jatim, AKBP Dr. Adam Bimantoro Sp. An. FCC. M. Biomed, menjelaskan bahwa sejak hari pertama insiden, pihaknya telah menyiapkan posko Disaster Victim Identification (DVI) di dua lokasi berbeda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari DVI kita ada dua posko, yaitu posko ante mortem dan post mortem. Untuk ante mortem kita tempatkan di Kampus Putri, sementara post mortem di rumah sakit, yakni RSUD Sidoarjo dan RS Siti Hajar Sidoarjo,” jelasnya.
Dr. Adam menerangkan, posko ante mortem berfungsi mengumpulkan data dari keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya.
Data yang dikumpulkan meliputi identitas pribadi, ciri-ciri fisik, hingga foto terbaru korban. Data tersebut nantinya akan dicocokkan dengan hasil pemeriksaan medis dari posko post mortem.
“Di posko post mortem, jika kita menemukan jenazah maka dibawa ke rumah sakit. Di sana dilakukan pemeriksaan oleh dokter forensik, kemudian dicocokkan dengan data ante mortem,” tandasnya.
Lebih lanjut, Kasubbid Dokpol BidDokkes Polda Jatim juga menambahkan, jika ditemukan data primer, seperti gigi dan sidik jari, itu sudah bisa memastikan identitas korban.
“Kalau tidak, kita cari data sekunder seperti tanda lahir, bentuk gigi, rambut, hingga tinggi badan,” ungkapnya.
Hingga saat ini, posko ante mortem telah menerima 62 laporan dari keluarga. Dari jumlah tersebut, tim berhasil mengidentifikasi tiga korban.
Kendati demikian, proses pencocokan data masih terus dilakukan dengan melibatkan enam hingga delapan petugas dalam setiap shift.
“Kendala terbesar biasanya pada pengumpulan data dan administrasi. Karena itu, kami aktif menghubungi keluarga untuk mencari tambahan informasi agar proses identifikasi bisa lebih cepat,” ujar Dr. Adam.
Upaya yang dilakukan tim DVI BidDokkes Polda Jatim dan Dokkes Polresta Sidoarjo ini menjadi bagian penting dari langkah kemanusiaan, guna memastikan para korban reruntuhan bangunan di lingkungan Pondok Pesantren Al Khoziny dapat segera teridentifikasi dengan benar.
Satuan Brimob Polda Jawa Timur membuka pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat di sekitar lokasi ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Sementara itu, Brimob Polda Jatim juga membuka layanan kesehatan bagi keluarga santri sembari menunggu proses evakuasi kelurganya yang terdampak musibah.
Dantim Kesehatan Brimob Polda Jatim, Brigpol Pranawa Panji Putra, S.Kep., Ners, mengatakan pelayanan kesehatan tersebut, tim kesehatan Brimob Polda Jatim memberikan berbagai fasilitas seperti pengecekan tensi darah, pembagian vitamin, obat-obatan, serta konsultasi kesehatan secara gratis.
Tidak hanya itu, masyarakat juga bisa melakukan pemeriksaan kesehatan GCU (gula darah acak, asam urat, dan kolesterol) tanpa dipungut biaya.
“Pelayanan kesehatan ini kami sediakan secara gratis sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat terdampak,” ujarnya di Sidoarjo, Rabu (01/10/2025).
Tim Kesehatan Brimob Polda Jatim berharap bisa membantu meringankan beban kesehatan warga pascamusibah robohnya bangunan di Ponpes tersebut. (Cak)








