Redaksijatim.id, SURABAYA – Dewan Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan (DPD FSP FARKES) SPSI Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT. Panca Wira Usaha (PWU) Jatim yang berlokasi di Jl. Margorejo Indah III Blok A No. 710, Surabaya, pada Senin (6/10/2025).
Aksi tersebut merupakan buntut dari permasalahan ketenagakerjaan yang terjadi di PT. Kasa Husada Wira Jatim, salah satu anak perusahaan dari PT. PWU yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua DPD FSP FARKES SPSI Jatim, Citra Ramadhana, memimpin langsung jalannya aksi. Dalam orasinya, Citra menyampaikan bahwa pihaknya menuntut perhatian PT. PWU sebagai holding company atas dugaan pelanggaran normatif ketenagakerjaan yang dialami para mantan karyawan PT. Kasa Husada Wira Jatim.
“PT. PWU selaku holding dari PT. Kasa Husada Wira Jatim harus bertanggung jawab atas pelanggaran normatif ketenagakerjaan yang terjadi di anak perusahaannya. Korban adalah para mantan karyawan yang kini hadir bersama kami,” ujar Citra.
Menurutnya, para pekerja menuntut penyelesaian sejumlah hak yang belum dibayarkan oleh pihak perusahaan. Di antaranya adalah kekurangan upah tahun 2023, 2024, dan 2025 yang melibatkan 15 orang karyawan dengan total nilai mencapai Rp1,1 miliar, serta hak pesangon bagi karyawan yang telah pensiun dan terkena PHK sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Kami berharap PT. PWU dapat peduli dan melakukan upaya pembayaran terhadap karyawan, sebagaimana pernah dilakukan sebelumnya,” tambahnya.
Selain menuntut tanggung jawab PT. PWU, para peserta aksi juga menyerukan agar Gubernur Jawa Timur turut turun tangan dalam menyelesaikan persoalan ini. Pasalnya, PT. Kasa Husada Wira Jatim merupakan BUMD Provinsi Jawa Timur, di mana pemerintah provinsi menjadi pemegang saham terbesar dengan porsi lebih dari 99 persen.
“Karena statusnya sebagai BUMD milik Pemprov Jatim, kami berharap Ibu Gubernur dapat memperhatikan permasalahan ini dan memastikan hak-hak para pekerja dipenuhi sesuai ketentuan hukum,” pungkas Citra.
Aksi berjalan dengan tertib dan damai, dengan para peserta membawa spanduk dan poster berisi tuntutan hak karyawan serta seruan keadilan bagi para pekerja yang terdampak. Polisi tampak berjaga untuk memastikan jalannya unjuk rasa tetap kondusif. (Din)








