Redaksijatim.id, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya kembali memperkuat jajaran tenaga medis spesialis di bidang kesehatan reproduksi wanita. Hal ini ditandai dengan pengangkatan dr. Dito Oktawijaya Pratama, Sp.OG sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Eka Candrarini Surabaya.
Dr. Dito, lulusan spesialis obstetri dan ginekologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, resmi bergabung dalam jajaran dokter spesialis kandungan di rumah sakit yang dikelola Pemkot Surabaya tersebut. Kehadiran dokter yang dikenal ramah dan detail dalam menjelaskan kondisi pasien ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi wanita di Kota Pahlawan.
Pengalaman profesional dr. Dito terbilang cukup beragam. Sebelum kembali mengabdi di kota kelahirannya, ia sempat menjalani tugas pengabdian di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah selama satu tahun melalui program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS). Pengalaman di daerah terpencil tersebut memberikan tantangan tersendiri, mengingat hanya terdapat satu rumah sakit yang memiliki tenaga dokter spesialis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Di Tolitoli, saya mengawal ibu hamil mulai dari masa kehamilan hingga persalinan, berbagi ilmu, penanganan, serta menghadapi berbagai tantangan permasalahan organ reproduksi wanita. Semua tantangan tersebut bisa diatasi dengan baik,” ungkap dr. Dito saat ditemui pada Rabu (28/5/2025).
Kini, setelah menyelesaikan masa pengabdiannya di Sulawesi Tengah, dr. Dito kembali ke Surabaya untuk melanjutkan kariernya sebagai PNS di RSUD Eka Candrarini. “Saat ini, saya kembali mengabdi di kota kelahiran Surabaya sebagai PNS di RS Eka Candrarini,” tambahnya.
Kehadiran dr. Dito diharapkan dapat memperluas cakupan layanan kesehatan reproduksi wanita di Surabaya. Sebagaimana diketahui, peran dokter spesialis obstetri dan ginekologi tidak hanya terbatas pada penanganan kehamilan dan persalinan, tetapi juga mencakup berbagai kondisi kesehatan reproduksi wanita yang lebih luas, mulai dari gangguan siklus menstruasi, infeksi, hingga tumor pada organ reproduksi wanita.
“Saya berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan organ reproduksi wanita Indonesia dan mengawal kehamilan serta kelahiran para ibu di Indonesia, khususnya di Surabaya,” pungkas dr. Dito dengan penuh optimisme.
Penambahan tenaga dokter spesialis kandungan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Surabaya dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan reproduksi dan maternal yang menjadi prioritas pembangunan kesehatan nasional. (Cak)








